Showing posts with label Menjawab Fitnah. Show all posts
Showing posts with label Menjawab Fitnah. Show all posts
Thursday, October 17, 2013
Informasi dari Garrick Wirawan
Aisyah merupakan Putri Abu bakar Siddiq dari Istri yang kedua dan merupakan adik tiri dari "Asma" yang juga merupakan putri ketua dari Baginda Abu bakar Siddiq. Aisyah juga termasuk salah satu wanita termulia di dunia islam selain Asma, dan Khatijah yang merupakan Istri Baginda Nabi Muhammad SAW.
Banyak kabar, dan data yang selama ini kita terima bahwa Aisyah menikah dengan Nabi Muhammad SAW pada umur 9 tahun, dan beberapa tahun kemudian sekitar umur 12 tahun baru Aisyah tinggal bersama Rasulullah SAW. sangat disayangkan para Ulama dan tokoh Islam tidak memiliki keinginan yang kuat dan tekad yang bulat untuk mencari data data yang akurat, sehingga FITNAH dan CERITA BOHONG yang digunakan sebagai senjata orang- orang yang tidak menyukai Islam dapat diklarifikasi.
Sunday, October 13, 2013
Informasi dari Garrick Wirawan

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Dengan mengutip situs kafir berkedok muslim, Steiner Budiman mengatakan Islam membenarkan menyetubuhi binatang.


TKP:
https://www.facebook.com/steiner.budiman/posts/529419017129091
Ini situs yang dijadikan sumber:

http://kaummukminbicara********.com/2013/07/28/sunan-ibnu-majah-no-1908-doa-sebelum-memanfaatkan-bersetubuh-dengan-istri-pembantu-dan-hewan/

*******************************************************

Friday, October 4, 2013
Informasi dari Garrick Wirawan
Oleh: Mamduh Farhan Al Buhairi
Coveri5-06Ada seorang wanita nasrani yang membangun sebuah hubungan persahabatan kuat dengan seorang wanita muslimah. Kemudian, setelah dia safar ke Malaysia, dia menulis sebuah surat panjang kepada sahabatnya itu di Indonesia. Tujuan terpenting dari surat tersebut adalah mengajak sahabatnya untuk memeluk agama nasrani. Dia berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mempengaruhinya dengan membatilkan agama Islam, serta meragukan kebenarannya. Lalu dia pun menyampaikan banyak syubhat untuk memporak-porandakan keimanannya terhadap Islam. Kemudian dia menasehatinya, serta mendorongnya agar memeluk agama nasrani, karena dia akan binasa dan tidak bisa hidup kekal jika tidak beriman kepada Yesus, sebab Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan. Tanpa beriman kepadanya, kebaikan apapun yang dia kerjakan tidak akan diterima.
Begitu surat itu sampai ke saudari kita, seorang muslimah di Indonesia. Setelah membaca, dia ingin menjawab syubhat-syubhat tersebut. Setelah dia berpikir, dia pun memutuskan untuk mengirimkan surat itu ke Majalah Qiblati agar bias membantunya dalam menjawab permasalahan itu.
Sungguh, dia telah berbuat baik dengan permintaannya kepada Majalah Qiblati agar menjawab surat tersebut. Maka termasuk bagian dari kewajiban kami adalah membantu umat ini sesuai dengan kemampuan kami. Karena banyaknya syubhat dan bahayanya, maka jawaban ini akan berlangsung hingga 3 edisi atau lebih, insyaAllooh. Pada edisi ini, kami akan menjawab muqoddimah yang dia berikan sebelum memberikan syubhat-syubhat tersebut. Dia berkata:
‘Wahyu, sebenarnya ada hal yang lebih penting yang ingin kusampaikan lewat surat ini. Ini lebih penting dari segalanya sebab menyangkut keselamatan. Kuharap kamu tidak tersinggung. Aku tidak bermaksud untuk mempengaruhi kamu. Tapi aku hanya ingin menceritakan kebenaran bahwa hanya di dalam Yesus kita bias beroleh keselamatan. Apapun yang kamu buat di dalam dunia ini, sekalipun banyak kebaikan tapi kamu gak percaya kepada Yesus bahwa dialah satu-satunya jalan keselamatan, kamu tidak akan selamat’
JAWAB:
Pertama, selamat datang bagi anda di Majalah Qiblati yang senantiasa membuka hatinya, juga kepada selain kaum muslimin.

Izinkan aku menjawab surat anda, karena agama yang telah anda lempari dengan berbagai syubhat adalah sebuah agama yang tidak hanya milik teman anda, tetapi juga milik seluruh kaum muslimin. Sementara Majalah Qiblati adalah satu bagian dari umat Islam. Oleh karena itu, aku akan menjawab apa yang ada dalam surat anda dari berbagai syubhat tidak benar yang anda lemparkan kepada agama teman anda, yang itu juga adalah agama kami dan dia adalah saudara kami.
Terus terang, saya kagum pada anda atas semangat anda dalam mengajak sahabat anda untuk memeluk agama yang bebas bagi anda untuk meyakininya, yaitu agama nasrani. Kami pun tidak memaksa anda atas agama selain itu, serta kami pun menghormati anda. Akan tetapi kami berharap, jika ucapan anda benar, maka bantulah kami untuk bebas (selamat), tidak hanya teman anda saja.
Akan tetapi kami di dalam Islam menyembah Allooh subhanahuwata’ala karena dua perkara; karena Dial ah yang menciptakan kami, dan seluruh alam, serta memerintahkan kami untuk menyembah-Nya. Sementara dalam agama kalian tidaklah Yesus yang menciptakan kalian dan alam semesta, tidak juga dia telah memerintahkan kalian untuk menyembahnya walaupun sekali. Maka bagaimana anda berkeyakinan bahwa dia adalah Tuhan yang harus disembah?!
Seandainya anda berkeyakinan bahwa dia adalah Tuhan, karena tidak dilahirkan dari manusia, dengan anggapan seandainya dia adalah makhluk maka tentunya dia dilahirkan dari manusia. Maka jika ini adalah sebab keyakinan anda bahwa dia adalah Tuhan, maka ini bermakna bahwa Adam adalah Tuhannya Yesus. Adam lebih berhak menjadi Tuhan daripada Yesus, karena Adam ada tanpa bapak dan ibu, sementara Yesus mesih memiliki seorang ibu. Demikian pula Hawa, perlakukan pula dia sebagai Tuhan, karena dia tidak punya ibu. Tentunya dia lebih ajaib daripada penciptaan Yesus!!
Jika anda menjadikannya sebagai Tuhan karena keberadaannya pernah menghidupkan orang-orang –dan tidak menghidupkan mereka kecuali Allooh-, maka jadikanlah Musa juga sebagai Tuhan lain. Karena dia juga mendatangkan hal serupa, hal yang Yesus tidak pernah mendatangkan tandingannya, tidak juga apa yang mendekatinya. Yaitu dia (Musa) pernah menjadikan tongkat menjadi seekor ular besar, yang tentunya ini lebih ajaib daripada hanya mengembalikan kehidupan kepada tubuh yang dulunya pernah ada di sana?!
Di sisi lain, kitab-kitab kalian telah menyebut bahwa Eliya, seorang Nabi juga, telah menghidupkan seorang bocah –dengan izin Allooh-. Demikian pula Nabi Musa, dengan izin Allooh, telah menghidupkan 70 orang dari kaumnya yang telah mati. Kitab-kitab kalian juga telah menyebutkan bahwa para nabi dan para pengikutnya juga telah melakukan hal serupa dengan itu. Maka apakah salah seorang di antara mereka kemudian menjadi Tuhan?!
Jika anda menjadikan seorang Tuhan karena mu’jizat-mu’jizat yang tampak melalui kedua tangannya, maka mu’jizat Musa lebih ajaib lagi. Nabi Eliya telah memberkati tepung dan minyak seorang tua, maka tepung itu tidak pernah habis dari kantongnya, demikian pula minyak dalam kualinya selama tujuh tahun?!
Jika anda menjadikannya sebagai Tuhan karena dia telah memberi makan ribuan orang adonan roti kecil, maka Musa telah memberi makan umatnya selama 40 tahun dengan manna dan salwa.
Dan Nabi Muhammad shollalloohu’alaihiwasallam telah memberi makan seluruh pasukan dengan bekal yang sangat sedikit hingga mereka semua kenyang dan penuh pula tempat-tempat perbekalan mereka. Beliau shollalloohu’alaihiwasallam juga telah memberi minum mereka semua dengan air sedikit yang tidak memenuhi tapak tangan, hingga mereka memenuhi semua tempat minum pasukan. Ini telah dinukil secara mutawatir dari beliau shollalloohu ’alaihiwasallam.
Jika anda menjadikan dia sebagai Tuhan karena dia pernah meneriaki laut kemudian diam gelombangnya, maka Musa telah memukul laut dengan tongkatnya, lalu terbelahlah lautan itu menjadi 12 jalan, sementara air berdiri di antara jalan-jalan itu seperti dinding-dinding. Dia juga pernah memancarkan 12 mata air dari sebuah batu yang keras.
Jika anda menjadikannya sebagai Tuhan karena dia pernah menyembuhkan orang buta dan kusta, maka menghidupkan orang mati lebih ajaib dari itu, dan tanda-tanda kenabian Musa serta Muhammad shollalloohu’alaihiwasallam lebih ajaib darin itu! Di antaranya adalah Nabi shollalloohu’alaihiwasallam pernah mengisyaratkan tangan beliau ke bulan lalu terpecahlah bulan itu menjadi dua bagian, dan ini tidak pernah dilakukan oleh Yesus, tidak juga seorang manusiapun!
Jika anda menjadikannya sebagai Tuhan karena dia pernah mengabarkan perkara-perkara yang akan ada setelahnya, maka demikian pula seluruh para Nabi, juga banyak di antara manusia menceritakan sebagian kejadian-kejadian masa mendatang lalu terjadilah kejadian itu seperti apa yang dia beritakan, dan hal itu terjadi pada banyak dukun, tukang ramal, dan tukang sihir kala itu.
Jika anda menjadikannya sebagai Tuhan karena dia telah menamakan dirinya dengan putra Allooh pada banyak tempat di Injil, seperti ucapannya,’Sesungguhnya aku meminta kepada Bapakku,’ dan semacamnya, dengan makna bahwa putra Tuhan adalah Tuhan, maka dengan ini, anda telah menjadikan diri-diri anda semuanya sebagai Tuhan-Tuhan, karena dia telah berkata dalam banyak tempat,’Bapaknya, dan Bapak mereka.’ Seperti ucapannya, ‘Pergilah kalian kepada Bapakku dan Bapak kalian.’ Juga disebutkan di Injil, ‘Janganlah kalian mencela Bapak kalian di atas muka bumi, karena Bapak kalian adalah yang ada di langit saja.’ Dan ini banyak terdapat dalam Injil. Maka ini juga menunjukkan bahwa Bapak adalah Tuhan menurut kalian!
Jika anda menjadikannya Tuhan karena dia naik ke langit, maka Akhnukh dan Ilyas juga telah naik ke langit dalam keadaan hidup dan dimuliakan, tidak ada satu keraguan pun bagi keduanya, dan tidak ada juga yang ambisius kepadanya (dengan menjadikan keduanya Tuhan). Dan kaum muslimin sendiri telah sepakat bahwa Nabi kami, Muhammad shollalloohu’alaihiwasallam telah naik ke langit, dan dia adalah seorang hamba yang dikhususkan (diistimewakan). Para malaikat juga naik ke langit, roh-roh orang mukmin juga naik ke langit setelah meninggalkan tubuh-tubuh mereka. Sekalipun demikian, mereka tidak keluar dari penghambaan. Lalu apakah naik ke langit adalah satu sisi jalan keluar dari penghambaan?
Jika kalian menjadikannya sebagai Tuhan karena perkataan Nabi Yeremia (Armiya’) tentang kelahirannya, ‘Pada masa itu berdirilah seorang putra Dawud, dia adalah pelita cahaya, yang menguasai kerajaan, menegakkan kebenaran dan keadilan di bumi. Iman dengan tulus kepadanya orang-orang Yahudi, Bani Israil, dan selain mereka. Lalu tetaplah Baitul Maqdis tanpa peperangan, dan dia disebut Tuhan (LORD),’ Karena penamaan Tuhan (LORD) pada kitab-kitab terdahulu dan umat-umat dahulu mutlak diberikan kepada selainnya, dan pada umat-umat lain, penamaan ini tetap berlaku, seperti pada bangsa Romawi, Persia, India, Siryani, Ibarani, Mesir dan selain mereka. Mereka semua menamakan raja-raja mereka dengan sebutan Tuhan (LORD).
Dalam dalil ini yang kalian jadikan sebagai dalil untuk meyakini bahwa dia adalah Tuhan, justru terdapat dalil besar bahwa dia adalah seorang hamba, dan dia adalah anak manusia. Perhatikan perkataan Nabi Yeremia, ‘Berdirilah Putra Dawud,’ yang berdiri untuk Dawud adalah dia yang disebut Tuhan, maka diketahuilah bahwa penamaan itu untuk makhluk yang telah dijadikan, dan dilahirkan, bukan Tuhan alam semesta.
Terakhir, ini adalah jawaban ringkas. Telah jelas dan gamblang bahwa Yesus bukanlah satu-satunya orang yang tampak melalui kedua tangannya berbagai mu’jizat, yang atas dasar itu anda sekalian menjadikannya sebagai seorang Tuhan. Oleh karena itu, saya berharap agar anda mengikuti edisi-edisi berikutnya. Di dalamnya terdapat beberapa informasi dan pertanyaan dengan tema yang sama. Tidak masalah bagi anda untuk mengirimkan jawaban saya ini ke para pendeta. Jika dia berkeinginan untuk menjawab sebagai wakil anda, maka kami membuka kesempatan baginya untuk menjawab, dengan syarat, dia berhias dengan adab dan sopan.
Semoga Allooh melimpahkan berkah, selamat, sejahtera kepada Nabi kita Isa ‘alaihissalaam dan ibunya, Maryam perawan suci ‘alaihassalaam.
- See more at: http://qiblati.com/misi-wanita-nashrani-surat-seorang-wanita-nasrani-di-malaysia-bagian-1.html#sthash.yK22jjaW.dpuf
 Oleh: Mamduh Farhan Al Buhairi

Ada seorang wanita nasrani yang membangun sebuah hubungan persahabatan kuat dengan seorang wanita muslimah. Kemudian, setelah dia safar ke Malaysia, dia menulis sebuah surat panjang kepada sahabatnya itu di Indonesia. Tujuan terpenting dari surat tersebut adalah mengajak sahabatnya untuk memeluk agama nasrani. Dia berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mempengaruhinya dengan membatilkan agama Islam, serta meragukan kebenarannya. Lalu dia pun menyampaikan banyak syubhat untuk memporak-porandakan keimanannya terhadap Islam. Kemudian dia menasehatinya, serta mendorongnya agar memeluk agama nasrani, karena dia akan binasa dan tidak bisa hidup kekal jika tidak beriman kepada Yesus, sebab Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan. Tanpa beriman kepadanya, kebaikan apapun yang dia kerjakan tidak akan diterima.

Begitu surat itu sampai ke saudari kita, seorang muslimah di Indonesia. Setelah membaca, dia ingin menjawab syubhat-syubhat tersebut. Setelah dia berpikir, dia pun memutuskan untuk mengirimkan surat itu ke Majalah Qiblati agar bias membantunya dalam menjawab permasalahan itu.
Sungguh, dia telah berbuat baik dengan permintaannya kepada Majalah Qiblati agar menjawab surat tersebut. Maka termasuk bagian dari kewajiban kami adalah membantu umat ini sesuai dengan kemampuan kami. Karena banyaknya syubhat dan bahayanya, maka jawaban ini akan berlangsung hingga 3 edisi atau lebih, insyaAllooh. Pada edisi ini, kami akan menjawab muqoddimah yang dia berikan sebelum memberikan syubhat-syubhat tersebut. Dia berkata:

‘Wahyu, sebenarnya ada hal yang lebih penting yang ingin kusampaikan lewat surat ini. Ini lebih penting dari segalanya sebab menyangkut keselamatan. Kuharap kamu tidak tersinggung. Aku tidak bermaksud untuk mempengaruhi kamu. Tapi aku hanya ingin menceritakan kebenaran bahwa hanya di dalam Yesus kita bias beroleh keselamatan. Apapun yang kamu buat di dalam dunia ini, sekalipun banyak kebaikan tapi kamu gak percaya kepada Yesus bahwa dialah satu-satunya jalan keselamatan, kamu tidak akan selamat’
Informasi dari Garrick Wirawan
 by Arda Chandra

 Jimmy Jeffry : 5. Manuscript vs Oral Tradition?
Sepertinya anda kurang begitu concern dengan masalah Manuscript dan begitu mengandalkan oral tradition. Saya ulangi kembali pernyataan saya sebelumnya; "..Klaim keakuratan Quran berdasarkan pada oral tradition sepertinya hanya klaim semata tanpa bisa diverifikasi kebenarannya. Apakah ada bukti rekaman audio pada masa Muhammad, Abubakr sampai dengan Usman yang bisa jadi benchmark ketepatan pelafalan quran saat ini? Justru yang hanya bisa diverifikasi adalah data manuscript. Ibarat permainan telepon-telepon proses oral transmission yang berlangsung ratusan tahun bisa memungkinkan terjadi bias. Saat ini manuscript kuno Quran yang utama adalah Samarkand MSS yang tersimpan di Taskhen dan Topkapi MSS di Istambul? Apakah content manuscript ini sama dengan edisi standard mesir 1924 yang diklaim berbasis oral tradition?" 

Informasi dari Garrick Wirawan
 by Arda Chandra

Arda Chandra : Menjawab point no.2, cara berpikir anda perlu saya luruskan dulu. Tulisan/teks/rasm mengikuti bunyi/lafadz, bukan sebaliknya lafadz mengikuti teks. Ini merupakan kaedah yang berlaku dimana-mana, bahwa lafadz selalu lebih dulu ada, selanjutnya baru manusia menciptakan teks/tulisan untuk 'mengurung' lafadz tersebut. Bunyi yang dihasilkan oleh pembaca Al-Qur'an cetakan Mesir 1924 tidak berubah mengikuti teksnya, lalu orang yang membaca Al-Qur'an tulisan tangan yang dibuat sebelumnya akan mengeluarkan bunyi yang berbeda pula mengikuti model tulisannya. Ini adalah cara berpikir yang aneh. 

Informasi dari Garrick Wirawan
by Arda Chandra

Diskusi ini bermula dari membahas soal kanonisasi alkitab ketika saya bertanya :"Apa dasar ilmiah yang dipakai untuk melakukan kanonisasi Alkitab, sehingga disaat para pendeta gereja awal dihadapkan dengan banyaknya kitab yang merujuk kepada ajaran Yesus, lalu menetapkan satu kitab dimasukkan dalam alkitab dan yang lainnya ditolak sebagai apokripa..?". Lalu karena pihak Kristen memperbandingkan dengan proses 'kanonisasi' Al-Qur'an, akhirnya topiknya dipecah, yang satu meneruskan soal pembahasan alkitab, dan dibuat topik baru terkait soal Al-Qur'an. 
Informasi dari Garrick Wirawan
Oleh : susiyanto

PENDAHULUAN


Di antara keunggulan Islam adalah apabila berada pada posisi dicerca, dihina, dan dimarginalkan maka yang terjadi justru sebaliknya. Semakin Islam disudutkan maka semakin terlihat kebenaran ajaran dan kesesuaiannya dengan fithrah manusia. Agama ini memiliki kemampuan berinteraksi dengan manusia dari berbagai kalangan menurut kadar akalnya masing-masing. Mungkin inilah rahasia mengapa Islam selalu berhasil menundukkan peradaban yang memusuhinya. Terbukti di sejumlah negara seperti Amerika, Inggris, Belanda, dan negara Barat lainnya yang mengalami kondisi kekosongan spiritual, mulai menunjukkan geliat sebagian penduduknya menuju Islam. Munculnya kartun berisi penghinaan terhadap nabi di surat kabar Jylland Posten atau beredarnya film Fitna yang menghujat Islam hanya merupakan percikan kecil di antara kekhawatiran akan menguatnya syariat Islam di belahan dunia Barat.
Sunday, September 29, 2013
Informasi dari Garrick Wirawan

SIAPA MANUSIA PILIHAN TUHAN?
Tuduhan:  Kalau Muhammad Diridhoi Alloh, tentu ada Malaikat-malaikat Penjaga di depan dan di belakang untuk Melindunginya
QS 72:27. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.
Dan terbukti, Muhammad bukan “rasul” yang DIRIDHOI ALLOH:
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 Halaman 42-43
Tuesday, September 24, 2013
Informasi dari Garrick Wirawan
Posted on April 2, 2013 by MUSLIM

ahmad Qorni Hoax   

Beberapa waktu yang lalu kami pernah menyampaikan tentang beberapa   Misionaris mengaku Murtadin yang terbongkar penipuannya

atau  tentang Seorang Pelacur Bongkar Kesaksian Palsu Penyembuhan Atas nama Yesus?

atau kisah fiktif karangan penghujat Islam (Duladi samarinda) yang menyodorkan akun fiktif / Akun kloningannya yang menyampaikan kesaksian murtad Puan Maharani dan beberapa nama buatannya baca :Mengungkap Kebohongan “kesaksian Murtad” di Faithfreedom Indonesia

pada kesempatan ini kami ingin mengungkap tentang Kebohongan tulisan yang diklaim sebagai kesaksian orang yang bernama “AHMAD QONI’ RIZKI”
Informasi dari Garrick Wirawan


Photo: ‎Menjawab Tuduhan Islam Membenarkan Pedhofilia Berdasarkan QS.At-Thalaq:4

 
Beberapa situs kafir penghujat yang sering dipakai sebagai referensi debat para debater kristen, adalah tentang tuduhan Islam membenarkan pedhofilia berdasarkan QS.At-Thalaq:4, ya barangkali mereka sudah bosan menghujat Rasulullah sebagai pelaku pedhopil melalui riwayat atau hadist dhoif, karena bantahannya di internet sudah ada dimana-mana. Akhirnya mereka dengan penuh kebencian mencari dalil Alqur’an yang bisa membenarkan tuduhan mereka.

Selain di FFI yang sudah terblokir (sumber para kafir untuk menghujat), artikel tentang QS.At-Thalaq:4 membenarkan pedhofilia bisa dilihat sadurannya di situs-situs kafir berkedok Islam berikut ini :

http://qurandanhadist.wordpress.com/quran-hadis/q-654-pedofilia-dalam-islam/

http://tagiyeh.wordpress.com/2012/01/11/pedofilia-dalam-islam-qs-65-at-talaq-4/

وَٱلَّٰٓـِٔى يَئِسْنَ مِنَ ٱلْمَحِيضِ مِن نِّسَآئِكُمْ إِنِ ٱرْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلَٰثَةُ أَشْهُرٍۢ وَٱلَّٰٓـِٔى لَمْ يَحِضْنَ ۚ وَأُو۟لَٰتُ ٱلْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَن يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ ۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مِنْ أَمْرِهِۦ يُسْرًۭا

Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.

QS.At-Thalaq:4)

Memang benar menurut beberapa tafsir mulai dari Ibnu Katsir, Al-Jalalayn, At-Thabari ayat tsb membicarakan masa iddah 3 jenis perempuan
yaitu:

1. Perempuan yang tidak bisa menstruasi lagi (menopause) karena sudah tua;
2. Perempuan yang masih kecil, atau anak perempuan kecil yang belum menstruasi;
3. Perempuan yang hamil, yakni perempuan dewasa yang masih bisa mengalami menstruasi.

Tapi menuduh berdasarkan ayat itu sudah pasti Islam membenarkan menikahi anak di bawah umur adalah pikiran yg terlalu kekanak2an & tergesa-gesa. Sekarang saya mengajak untuk berpikir lebih logis, adakah kalimat dalam ayat itu yg mengisyaratkan sbg perintah Islam memperbolehkan menikahi wanita di bawah umur??? Sepertinya tidak. Lantas adakah dalil lain yg terang2an mengatakan bahwa Islam membolehkannya??? Itupun tidak. 

Sejak kapan terjadi kasus pedhofilia??? Dalam mitologi Yunani dikisahkan mengenai Zeus yang tertarik dengan Ganymede, pangeran kerajaan Troy. Zeus menculik Ganymede, menjadikannya juru minum sekaligus kekasihnya. Sejarah juga mencatat pada jaman Renaissance, pedofilia muncul dalam banyak karya seni. Michelangelo dan Benvenuto Cellini termasuk yang cukup sering menampilkan percintaan antara laki-laki dewasa dan anak laki-laki dalam patung dan lukisan mereka. Ada dugaan saat itu pedofilia memang jadi tren di kalangan seniman meski tidak ditunjang bukti-bukti kuat. Jadi jauh sebelum ajaran Islam yg dibawa Rasulullah Shalallahu’alaihi wassalam, pedhofilia sudah lebih dahulu ada, mengenai apakah para pelaku pedhofilia menikahi korban pedhofilnya, bisa jadi ada tapi yg jelas ajaran Islam sendiri tidak pernah mengajarkannya.

Sekarang, kita coba melihat asbabun nuzul dari At-Thalaq ayat 4 tsb:

Dikemukakan oleh Muqatil di dalam Tafsirnya, bahwa Khallad bin bin Amr bin Jamuh bertanya kepada Rasulullah Shalallahu’alaihi wassalam tentang iddah wanita yang belum pernah haid. Maka turunlah ayat At-Thalaq : 4. Berkenaan dengan peristiwa tersebut, sebagai jawaban pertanyaan itu. Yaitu 3 bulan masa iddah wanita yang belum pernah haid atau wanita menopause. (Jalaludin Assuyuti. Lubab Nuqul fi Asbabun Nuzul. Hlm.606)

Apakah di ayat itu ada tertulis perintah untuk menikahi wanita yg belum haid??? Sepertinya tidak, di dalam riwayat tsb hanya diceritakan tentang Khallad bin bin Amr bin Jamuh bertanya kepada Rasulullah Shalallahu’alaihi wassalam tentang iddah wanita yang belum pernah haid lalu turunlah ayat itu sbg jawabannya. Berarti, sebelum ayat itu turun sudah ada orang yg menikahi wanita yg belum haid, bukan perintah langsung dari Allah. Dan Islam menjawab masa iddah wanita yg belum haid adalah 3 bulan. Apakah jawaban dari suatu pertanyaan bisa dikatakan sebagai perintah??? Saya rasa tidak.

Lalu bagaimana Islam mengatur usia perkawinan bagi wanita, silahkan baca QS.An-Nissa’:5-6


وَلَا تُؤْتُوا السُّفَهَاءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ قِيَامًا وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلًا مَعْرُوفًا  

“Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.” 

(QS.An-Nissa’:5)

 وَابْتَلُوا الْيَتَامَىٰ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغُوا النِّكَاحَ فَإِنْ آنَسْتُمْ مِنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُوا إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ ۖ وَلَا تَأْكُلُوهَا إِسْرَافًا وَبِدَارًا أَنْ يَكْبَرُوا ۚ وَمَنْ كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ ۖ وَمَنْ كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِذَا دَفَعْتُمْ إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ فَأَشْهِدُوا عَلَيْهِمْ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ حَسِيبًا  

“Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa yang miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu).” 

(QS.An-Nissa’:6)

Dalam ayat-ayat tsb dijelaskan tentang hal seorang anak yg belum cukup umur, seorang muslim diperintahkan untuk:
1. Memberi makan mereka, 
2. Memberi pakaian,
3. Mendidik mereka, dan 
4. Menguji mereka terhadap kedewasaan “sampai usia menikah” sebelum mempercayakan mereka dalam pengelolaan keuangan. 

Jadi 2 ayat ini adalah bukti jelas bahwa Islam sama sekali tidak membenarkan untuk menikahi anak dibawah umur.

Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorangpun dari muslim yang bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai gadis belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, Gadis tsb secara tidak memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn Hambal (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang berusia 9 tahun lebih tertarik untuk bermain dengan mainannya daripada
Mengambil tugas sebagai isteri. Oleh karena itu sangatlah sulit untuk mempercayai, bahwa AbuBakar, seorang tokoh muslim, akan menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7 tahun dengan Nabi yang berusia 50 tahun. Sama sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia berusia 7 tahun. 

Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya. Marilah kita memunculkan sebuah pertanyaan,” berapa banyak di antara kita yang percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?” Jawabannya adalah Nol besar. Logika kita berkata, adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana mana mungkin kita percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun seperti diklaim sebagai usia pernikahannya? 

Abu Bakr merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua, jadi dia akan merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang belum secara sempurna sebagaimana dinyatakan Qur’an. Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan dari gadis belia dan belum terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, Beliau akan menolak dengan tegas karena itu menentang hukum-hukum Al-quran. 
Kesimpulan: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karean itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata.

Sebenarnya dalam Bible pun ada ayat yg menceritakan pedhofilia, silahkan baca:

Bilangan 31:
13 Lalu pergilah Musa dan imam Eleazar dan semua pemimpin umat itu sampai ke luar tempat perkemahan untuk menyongsong mereka. 
14 Maka gusarlah Musa kepada para pemimpin tentara itu, kepada para kepala pasukan seribu dan para kepala pasukan seratus, yang pulang dari peperangan, 
15 dan Musa berkata kepada mereka: "Kamu biarkankah semua perempuan hidup? 
16 Bukankah perempuan-perempuan ini, atas nasihat Bileam, menjadi sebabnya orang Israel berubah setia terhadap TUHAN dalam hal Peor, sehingga tulah turun ke antara umat TUHAN.
 17 Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh.
 18 Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu

dan

Bilangan 31:
35 selanjutnya orang-orang, yaitu perempuan-perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki, seluruhnya tiga puluh dua ribu orang.

ayat tsb menceritakan jaman Musa, dimana ada perintah dari “Tuhan” melalui  Musa untuk memperkosa perempuan “muda” yang belum pernah bersetubuh tapi dibiarkan hidup, wanita muda yg bagaimana yg dimaksud dalam  kitab Bilangan ini???, keterangannya ada dalam Kitab Talmud.

Perintah Musa untuk melakukan pedofilia terhadap wanita berusia 3 tahun

“….Menurut Tannaïte Rabbis, Musa karena itu telah memerintahkan bani Israel untuk membunuh semua wanita berusia lebih dari tiga tahun satu hari, karena mereka adalah “layak bagi hubungan seksual.” (Karl Georg Kuhn, Der tannaitische Midrasch Sifre zu Numeri (German), Stuttgart: Kohlhammer 1959, §157, 652f)

“Berkatalah Rabbi Joseph, “Datanglah dan catatlah: Seorang gadis berusia tiga tahun satu hari ditunangkan melalui campur gaul….” (Sanhedrin 7/55B)

“Seorang gadis berusia tiga tahun satu hari ditunangkan melalui campur gaul.” Seorang gadis tiga tahun boleh ditunangkan melalui sebuah hukum hubungan seksual,” perkataan dari R. Meir. Dan orang-orang bijaksana mengatakan, “usia tiga tahun satu hari” (Mishnah Niddah 5:4)

Di Alqur’an tidak ada sama sekali perintah untuk menikahi anak dibawah umur, kecuali sekedar jawaban atas bagaimanakah iddah wanita yg belum haid, dan larangan untuk menikahi anak di bawah umur dapat ditemukan dalam QS.An-Nissa’:5-6, sedangkan dalam Bible jelas-jelas diceritakan Nabi Musa menyuruh memperkosa wanita muda atas perintah Tuhan yg ternyata patokan usia wanita muda yg dimaksud dimulai sejak usia 3 tahun, ternyata Bible memberkati kaum pedofilia.

Untuk itu kepada para kafir penghujat kembali saya kutib ayat Bible favorite saya untuk direnungkan baik2:

Matius 7
1 Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 
4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Wallahu’alam bishshowab…‎Beberapa situs kafir penghujat yang sering dipakai sebagai referensi debat para debater kristen, adalah tentang tuduhan Islam membenarkan pedhofilia berdasarkan QS.At-Thalaq:4, ya barangkali mereka sudah bosan menghujat Rasulullah sebagai pelaku pedhopil melalui riwayat atau hadist dhoif, karena bantahannya di internet sudah ada dimana-mana. Akhirnya mereka dengan penuh kebencian mencari dalil Alqur’an yang bisa membenarkan tuduhan mereka.

Selain di FFI yang sudah terblokir (sumber para kafir untuk menghujat), artikel tentang QS.At-Thalaq:4 membenarkan pedhofilia bisa dilihat sadurannya di situs-situs kafir berkedok Islam berikut ini :






http://qurandanhadist.wordpress.com/quran-hadis/q-654-pedofilia-dalam-islam/

وَٱلَّٰٓـِٔى يَئِسْنَ مِنَ ٱلْمَحِيضِ مِن نِّسَآئِكُمْ إِنِ ٱرْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلَٰثَةُ أَشْهُرٍۢ وَٱلَّٰٓـِٔى لَمْ يَحِضْنَ ۚ وَأُو۟لَٰتُ ٱلْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَن يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ ۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مِنْ أَمْرِهِۦ يُسْرًۭا

Saturday, September 21, 2013
Informasi dari Garrick Wirawan

Sejak masa nabi Muhammad SAW sampai sekarang kalangan orientalis tak henti-hentinya untuk menyerang risalah Ilahi. Mereka mempertanyakan dan bahkan berusaha mengaburkan sejarah awal Al-Qur'an dan menganggap bahwa Al-Qur'an adalah karangan Muhammad. Hujatan tersebut yang dilontarkan sejak abad ke-8 M, muncul karena mereka meyakini kitab-kitab mereka seperti Bibel sebagai God's word. Menurut mereka, jika Al-Qur'an mengkritik kitab mereka, maka Al-Qur'an adalah karya setan. Bibel dijadikan tolak ukur menilai Al-Qur'an. Apa saja yang bertentangan dengan Bibel, maka Al-Qur'anlah yang dianggap salah.
Salah satu wujud kritikan mereka adalah menuduh bahwa ayat-ayat Al-Quran berkontradiksi satu sama lain. Sebenarnya hal ini terjadi karena pemahaman mereka terhadap ayat-ayat Al-Qur'an sangat fragmentatif yaitu tidak melihat pra (sibaq), paska (lihaq) dan suasana (siyaq) ketika ayat tersebut diturunkan.
Informasi dari Garrick Wirawan

Kalau di Tulisan sebelumnya saya membahas tentang ritual ibadah, doa, lambang bulan sabit yg dituduh sebagai peninggalan agama Hindu di Arab. Sekarang kita bahas tentang bahasa sanskerta yg mereka mirip2kan dengan tulisan Arab
Saya simpulkan beberapa statement penting dari fitnah para kafir tersebut :

Benarkah Ka’bah adalah bekas candi dari raja Vikramaditya ?
Benarkah Allah berasal dari kata Akka atau Amba yang berarti dewi atau ibu ?
Benarkah angka 786 dalam bahasa arab mirip tulisan “Om” dalam bahasa sanskerta? Bahkan mirip dengan tulisan Allah dalam bahasa Arab jika dibalik?
Informasi dari Garrick Wirawan

Bismillahirrahmanirrahim....

Kafir said: Mengenai sejarah AMINAH, Ibu Muhammad Aminah adalah keponakan perempuan Soda Bint Zehra, pendeta jin di Mekah. Kita melihat bahwa alasan Abdel Mutaleb mengambil Aminah sebagai istri bagi Abdullah adalah karena tantenya Soda Bint Zehra.[15]

Muhammad diketahui menderita kerasukan sejak masa kanak2nya karena Aminah, ibunya, melakukan rukhieh atasnya atau guna2.[16] Dalam rukhieh seorang kahen membawa roh jin (yang berhubungan dengan si kahen) kepada seseorang. Seabgai keponakan Soda Bint Zehra, Aminah mampu melakukan ritual okultis terhadap Muhammad. Hanya Kuhhan jazirah Arab yang dapat melakukan ‘rukhieh’ yang tepat, sebuah praktek perdukunan yang mengindikasikan bahwa ibu Muhammad telah bergabung dengan jajaran Kuhhan jazirah Arab setelah tantenya meninggal dunia.
Informasi dari Garrick Wirawan


ISLAM HANYA UNTUK ORANG ARAB SAJA BUKAN UNTUK SELURUH DUNIA  BERDASARKAN AYAT-AYAT INI:
QS. 27:91
‘Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.’
QS. 43:3
‘Sesungguhnya Kami menjadikan Al Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami (nya).’
Jawab:
 “Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (QS. An-Naml:91)
Pada ayat ini Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad saw supaya mengatakan kepada orang-orang musyrik Quraisy, bahwa beliau hanya disuruh Allah menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) yang telah dijadikan tanah Haram (Tanah Suci), diharamkan padanya pertumpahan darah atau berbuat kelaliman terhadap siapapun.
 
 Disebutnya negeri Mekah di sini secara khusus, karena di dalamnya ada Kakbah, yaitu rumah yang pertama kali dibangun untuk peribadatan manusia kepada Allah sesuai dengan firman Nya:
إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ (96)
Artinya:
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (Q.S. Ali Imran: 96)
Friday, September 20, 2013
Informasi dari Garrick Wirawan

Awas! Terjebak Murtad ; Sebuah Peringatan Serius Untuk UmmatKristen, selama ini menuduh Islam sebagai agama yang tidak beradab dan tidak memberikan kebebasan kepada pemeluknya untuk bebas berakidah. Salah satunya dengan menuding bahwa hukuman murtad dalam Islam sangat tidak berprikemanusiaan dan melanggar hak asasi manusia.

Dan masalah tersebut sudah kami jawab pada pembahasan sebelumnya. Dan sepertinya, Kristen pura-pura tidak tahu menahu bahwa hukuman murtad dalam agama mereka jauh lebi sadis dan mengerikan.
Sebelum orang yang murtad itu menjalani hukuman rajam (dilempari batu sampai mati), terlebih dahulu, dihajar ramai-ramai oleh seluruh rakyat sekitarnya. Tidak cukup dengan itu, akan tetapi pemusnahan total bangsa-bangsa yang musyrik dan murtad dengan pembakaran kota dan segala isinya, termasuk binatang, pepohonan  dll.

Informasi dari Garrick Wirawan

Bismillahirrahmanirrahim...

Wanita dalam Islam

Sistem hukum di seluruh dunia dihadapkan pada masalah: apa yang harus dilakukan jika ada pasangan suami-istri tidak sepakat tentang cara mengatasi urusan keluarga dalam berbagai hal. Bagaimanapun juga, keputusan berdasarkan suara terbanyak mustahil diambil. Hanya ada dua solusi yang mungkin: Pertama Islam memberikan solusi bahwa salah satu pihak secara umum, atau dalam kasus-kasus tertentu, menyerahkan keputusan kepada pasangannya (yang berarti memberinya hak veto). Kedua, bahwa masalah tersebut dibawa keluar dari lingkup keluarga untuk dicarikan pemecahan atau keputusannya dalam lingkup keluarga besar, kantor catatan sipil atau pengadilan. Inilah cara Barat, dengan hasil keputusan yang tidak masuk akal sehingga, pernah kejadian, para petugas kantor catatan sipil di Jerman secara harfiah melempar dadu untuk menentukan nama keluarga apa yang harus diberikan kepada istri jika pasangan itu berselisih paham.
Islam lebih cenderung pada pendapat bahwa urusan keluarga harus diputuskan oleh keluarga itu sendiri dan, secara umum, memberi hak veto kepada suami -yang biasanya merupakan pemberi nafkah dan pelindung. Sebagaimana firman tuhan:

"Kaum pria adalah pelindung bagi kaum wanita, sebab Allah telah melebihkan golongannya dari golongan perempuan, dan karena pihaknya adalah sebagai pemberi nafkah dengan hartanya. "
Thursday, September 19, 2013
Informasi dari Garrick Wirawan

Bismillahirrahmanirrahim.....

Mereka menggunakan dalil QS.Maryam : 17 dan membandingkannya dengan Yohanes 1:1-2 dan 14 untuk membenarkan Ketuhanan Yesus

Mari kita lihat sekilas kisah Maryam dalam Alqur’an:
"dan Maryam puteri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat."(QS. At-Tahrim 66 : 12)

Dan selain itu ada di surat al-Anbiya' yang artinya:
"Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami" (QS. Al-Anbiya' 21 : 91)

Informasi dari Garrick Wirawan

"Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? – Apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepada-nya." (Ul 18:21-22)

Jadi semua perkataan nabi itu harus tejadi. Kalau perkataannya tidak terjadi maka nabi itu nabi palsu. Semua perkataan Muhammad saw benar-benar terjadi.

Ke-1.

Ramalan Rasulullah saw tentang Kemenangan Bangsa Romawi atas Bangsa Persia.
Informasi dari Garrick Wirawan

seringkali para misionaris mengejek nabi Muhammad saw tidak diberikan mukjizat satupun.
dan mereka mencoba membanding-bandingkan dengan Yesus atau musa yang diberikan Mukjizat oleh Allah.

dan tak jarang 'ejekan-ejekan mereka' menggunakan ayat-ayat Al-qur'an, dengan mengutip secara sepotong:

sebagai contoh mereka sering berargumentasi dengan ayat ini..

37] Dan mereka (orang-orang musyrik Mekah) berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mukjizat dari Tuhannya?"

sekilas memperhatikan ayat diatas apa yang menjadi argumentasi mereka benar-benar sesuai dengan ayat Al-qur'an tetapi untuk menghadapi para Misionaris yang suka berargumentasi dengan ayat al-qur'an perlu sekali kita cek ayat yang disampaikannya.
Informasi dari Garrick Wirawan

 
Kepalsuan ajaran Gereja terbongkar bersama ayat-ayat palsu yang dinisbahkan kepada Daud, Yohanes, Yesus, dan sebagainya. Misteri nabi Muhammad dalam Bible (alkitab) akhirnya berhasil dibongkar melalui penelitian yang dilakukan oleh seorang mantan pastur, Prof.David Benjamin Keldani, berjudul Menguak Misteri Muhammad.

Prof. David Benjamin Keldani adalah seorang mantan pastur Katholik Roma sekte Uniate-Chaldean. Ujarnya: "Kepindahan saya ke Islam tak lain karena hidayah Allah. Tanpa bimbingan-Nya, semua pengetahuan, penelitian untuk menemukan kebenaran ini mungkin hanya akan membawa kepada kesesatan. Begitu saya mengakui keesaan mutlak Tuhan, maka nabi Muhammad SAW pun menjadi pola sikap dan perilaku saya

David Benjamin Keldani
David Benjamin Keldani lahir pada tahun 1867 di Urmia, Persia. Setelah masuk Islam, David Benjamin Keldani mengganti namanya menjadi Abdul Ahad Dawud. Ia adalah seorang mantan pendeta katolik Roma dari sekte Uniate-Khaldean. Ia mengenyam pendidikan sejak kecil dikota itu. Dari 1886-1889 (3 tahun) ia menjadi staf pengajar Arbischop of Canterbury's Mission untuk Assyrian (Nestorian) Christians di Urmia.

Garrick Wirawan

Blog ini bukan untuk berdebat, tapi blog ini adalah dokumentasi bantahan atas fitnah-fitnah salibis terhadap ISLAM yang Di dokumentasi dari berbagai sumber

Labels

Online

Online

Translate

flagcounter

free counters